• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home MAJENE

KETUA PSC 119 MAJENE, MUH. ASLAN, MINTA PEMDA UBAH STRATEGI PENANGANAN SAMPAH: MULAI DARI SUMBER DAN LIBATKAN DINAS PENDIDIKAN SERTA KOPERASI

Redaksi by Redaksi
in MAJENE
0
KETUA PSC 119 MAJENE, MUH. ASLAN, MINTA PEMDA UBAH STRATEGI PENANGANAN SAMPAH: MULAI DARI SUMBER DAN LIBATKAN DINAS PENDIDIKAN SERTA KOPERASI
12
SHARES
135
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJENE – Isu persampahan di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat kembali menjadi sorotan utama. Ketua Pusat Pengendalian dan Penanganan Darurat (PSC) 119 Kabupaten Majene, Muh. Aslan Sidang, secara tegas meminta perhatian serius Pemerintah Daerah (Pemda) Majene serta dinas-dinas terkait untuk duduk bersama dan menyelesaikan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di daerah ini. Ia menekankan perlunya perubahan strategi, tidak hanya berfokus pada pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi dimulai dari pemilahan di sumber serta melibatkan peran strategis Dinas Pendidikan dan Dinas Koperasi guna menciptakan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

 

Pernyataan dan saran rinci ini disampaikan Muh. Aslan melalui pesan tertulis, di mana ia menyarankan langsung kepada pihak terkait agar manajemen persampahan di Majene dilakukan secara lebih terstruktur, menyeluruh, dan berbasis pada partisipasi masyarakat.

 

Menurut Aslan, strategi pemerintah daerah selama ini dirasa belum menyentuh akar masalah karena masih berorientasi pada pengangkutan sampah dari jalan menuju TPA saja. Ia mengusulkan agar penanganan dimulai dari hulu, yaitu di tingkat Rukun Tetangga (RT), sekolah, lingkungan perkantoran, pasar, hingga pelaku usaha dan pedagang. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pengurangan dan penanganan sampah melalui prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.

 

“Strategi Pemda Majene dalam pemilahan sampah sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pengangkutan sampah ke TPA, tetapi dimulai dari sumbernya, yaitu RT, sekolah, perkantoran, pasar, dan pelaku usaha. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pengurangan dan penanganan sampah melalui prinsip 3R,” tegas Muh. Aslan.

 

Lebih jauh, Aslan menjabarkan keterlibatan krusial dua dinas besar yang memiliki peran sangat strategis dalam keberhasilan program ini, yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas Koperasi:

 

Peran Dinas Pendidikan: Melalui Program Sekolah Adiwiyata

Dinas Pendidikan diminta untuk memaksimalkan penerapan program Sekolah Adiwiyata. Program ini menitikberatkan pada upaya mengubah pola pikir dan perilaku peserta didik agar memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan lingkungan sekolah serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Melalui pendidikan lingkungan di sekolah, diharapkan nilai-nilai kebersihan dan pemilahan sampah dapat tertanam dan dibawa oleh siswa hingga ke lingkungan rumah dan masyarakat.

 

Peran Dinas Koperasi: Pembinaan Pelaku UMKM dan Bank Sampah

Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM memiliki peran penting dalam memberikan penekanan dan pembinaan kepada seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utamanya adalah mengedukasi para pelaku usaha agar bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya. Selain itu, mereka didorong untuk mulai memilah sampah yang memiliki nilai ekonomi dan menjadikannya nasabah aktif dalam sistem Bank Sampah Relawan Siaga. Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Selain peran dinas terkait, Aslan juga merinci langkah-langkah teknis lain yang harus diterapkan agar pengelolaan sampah menjadi efektif dan ramah lingkungan:

 

1. Pemilahan dari Sumber: Sampah organik harus dipisahkan agar dapat diolah langsung menjadi pupuk kompos. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam harus dipilah dan disalurkan untuk didaur ulang melalui sistem bank sampah.

2. Pengumpulan Terpisah: Sampah yang dihasilkan di lingkungan RT harus dikumpulkan secara terpisah antara jenis organik, anorganik, dan residu, agar tidak tercampur dan mencegah pencemaran lingkungan sejak awal.

3. Pembentukan Bank Sampah: Perlu dibentuk dan diaktifkan bank sampah di setiap tingkat desa, kelurahan, sekolah, dan pusat-pusat keramaian seperti pasar. Ini menjadi wadah pengelolaan sekaligus edukasi masyarakat.

4. Penyediaan Sarana Lengkap: Pemerintah wajib menyediakan tempat sampah yang terpisah jelas—berlabel organik, anorganik, dan residu—di seluruh ruang publik, jalan utama, dan fasilitas umum.

5. Dukungan Armada dan Edukasi: Diperlukan penyiapan armada pengangkut yang memadai serta program sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar mau berpartisipasi menjaga kebersihan dan memilah sampah.

 

Aslan menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan, karena volume sampah akan terus bertambah jika tidak dikurangi dari sumbernya. Pendekatan terpadu yang melibatkan peran aktif lintas dinas, institusi pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat luas menjadi kunci utama keberhasilan.

 

Sebagai Ketua PSC 119, lembaga yang bergerak di bidang penanggulangan darurat dan pelayanan publik, Aslan menyampaikan pandangan ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial demi lingkungan Majene yang bersih, sehat, dan tertata. Ia berharap saran ini menjadi bahan pertimbangan serius bagi Pemda Majene untuk segera merumuskan regulasi dan langkah nyata yang lebih komprehensif.

 

“Kita harap ada komitmen bersama. Sampah adalah tanggung jawab semua pihak, tapi pemerintah harus menjadi penggerak utama dengan sistem yang benar dan melibatkan semua elemen terkait. Mari kita selesaikan bersama demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat Majene,” pungkasnya.

 

Usulan strategis yang mencakup peran pendidikan dan ekonomi ini kini menjadi perhatian publik, dan masyarakat berharap Pemda Majene segera merespons serta mengimplementasikan saran ini guna mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik, tertib, dan bernilai ekonomi di masa depan.

 

Laporan Bahar

Previous Post

PETUGAS DUKCAPIL MAJENE TUMBANG KARENA KELELAHAN SAAT PELAYANAN JEMPUT BOLA, 500 WARGA TETAP DILAYANI HINGGA LARUT MALAM

Next Post

Tasming Hamid Hadiri Rakerkonas APINDO XXXV di Makassar, Dorong Investasi dan UMKM Parepare Tembus Pasar Global

Redaksi

Redaksi

Next Post
Tasming Hamid Hadiri Rakerkonas APINDO XXXV di Makassar, Dorong Investasi dan UMKM Parepare Tembus Pasar Global

Tasming Hamid Hadiri Rakerkonas APINDO XXXV di Makassar, Dorong Investasi dan UMKM Parepare Tembus Pasar Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Laporan Warga AD Ungkap Dugaan Pelanggaran BBM Bersubsidi di SPBU 74.912.01 Pinrang: Temuan Puluhan Jeriken dan Mobil Pickup Berplat Ganda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kepala UPT SDN 161 Pinrang Andi Harisuddin, S.Pd., M.Pd. Didaulat Membacakan Teks UUD 1945 pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Kabupaten Pinrang

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • SMP Negeri 6 Majene Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Usung Tema “Nusantara dalam Harmoni”

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • BRI BO Sidrap Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Lewat Momen Ulang Tahun Kapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In