MAJENE — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene secara resmi meluncurkan logo sekaligus aplikasi ASN MACOA dalam rangkaian kegiatan Harmoni Kebangsaan yang digelar di halaman kantor setempat, Kamis (20/8/2026). Peluncuran ini menjadi langkah strategis Kemenag Majene untuk memperkuat identitas, profesionalisme, serta semangat pelayanan aparatur yang tetap berpijak pada kearifan lokal budaya Mandar.
ASN MACOA tidak sekadar hadir sebagai identitas visual berupa logo, namun juga diwujudkan melalui sebuah aplikasi digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi serta memperoleh layanan Kemenag secara cepat, mudah, dan efektif. Kehadiran aplikasi ini menjadi bagian nyata dari upaya transformasi pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Logo ASN MACOA sendiri dirancang dengan mengangkat berbagai simbol khas budaya Mandar, antara lain Boyang Assamalewuang, Perahu Sandeq, serta nilai bahasa Mandar — Manarang yang berarti cerdas. Unsur-unsur tersebut dipadukan menjadi identitas yang merepresentasikan semangat, karakter, dan jati diri ASN Kemenag Kabupaten Majene.
Makna filosofis nama MACOA pun dirinci sebagai akronim dari nilai-nilai utama: M = Manarang (Cerdas), A = Adaptif, C = Cinta, O = Optimis, dan A = (ber)Akhlak.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majene, H. M. Sahlan, S.Ag., M.AP., menyampaikan bahwa peluncuran ASN MACOA bukan sekadar perkenalan logo, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai budaya lokal sekaligus semangat transformasi dalam setiap pengabdian ASN.
“Logo ASN MACOA ini terinspirasi dari budaya lokal kita. Ada Boyang Assamalewuang, ada Perahu Sandeq, dan ada bahasa Mandar yakni Manarang yang berarti cerdas. Kita ingin menunjukkan bahwa sebagai ASN, kita tetap bisa maju dan profesional tanpa meninggalkan akar budaya kita,” ujar H. M. Sahlan.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa semangat ASN MACOA harus bermuara pada kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi melalui aplikasi ASN MACOA diharapkan mampu memangkas berbagai hambatan dalam mengakses informasi dan layanan keagamaan.
“ASN MACOA bukan hanya soal identitas, tetapi bagaimana kita memberikan kemudahan kepada masyarakat. Dengan aplikasi ini, kita ingin pelayanan menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan semakin dekat dengan masyarakat. Inilah bagian dari upaya menghadirkan Kemenag yang dirasakan, dinikmati, dan dirindukan,” tegasnya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, H. Adnan Nota, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran ASN MACOA. Ia berharap identitas tersebut tidak berhenti sebagai simbol visual atau aplikasi semata, melainkan benar-benar dihayati dan diterapkan dalam perilaku serta pelaksanaan tugas seluruh ASN Kemenag Majene.
“ASN MACOA jangan berhenti sampai pada peluncuran hari ini. Nilai-nilainya harus terus diaplikasikan dalam kehidupan dan pekerjaan, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Kemenag,” pesan H. Adnan Nota.
Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Majene turut mengapresiasi langkah Kemenag Majene yang dinilainya turut melestarikan budaya Mandar sekaligus memperkuat karakter aparatur daerah.
“Logo ASN MACOA ini sangat baik karena mengangkat budaya Mandar. Saya sangat bahagia dan mengapresiasi. Semoga nilai-nilai budaya lokal ini terus hidup dan menjadi bagian dari karakter ASN kita,” ungkap Wakil Bupati Majene.
Ia juga menitipkan pesan kepada Kepala Kanwil dan Kepala Kankemenag agar seluruh madrasah di wilayah Majene terus memperkenalkan bahasa dan budaya Mandar melalui muatan lokal kepada peserta didik sejak dini, agar warisan leluhur tetap terjaga di tengah arus perkembangan zaman.
Peluncuran ASN MACOA menegaskan komitmen Kemenag Kabupaten Majene untuk membangun ASN yang profesional, adaptif terhadap teknologi, memiliki identitas budaya yang kuat, serta berorientasi penuh pada kebutuhan masyarakat. Perpaduan harmonis antara kearifan lokal dan transformasi digital ini diharapkan mampu melahirkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses, humanis, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Majene.
Humas
Editor Bahar


