MAJENE — Satu tahun sudah berlalu sejak Zulkifli Ajok Community resmi dibentuk sebagai wadah bagi para seniman muda di Kabupaten Majene untuk berkarya dan melestarikan seni budaya Mandar. Organisasi ini merayakan hari jadinya yang pertama dengan penuh syukur dan beragam kegiatan kemasyarakatan, di antaranya jalan santai dan pasar murah, yang berlangsung meriah di Majene, belum lama ini.
Nama Zulkifli Ajok Community sendiri bukan merujuk pada satu pribadi semata, melainkan menjadi simbol persatuan sekelompok seniman muda Mandar yang bernaung di dalamnya. Zulkifli Ajok, selaku inisiator, menjelaskan bahwa komunitas ini sengaja dibentuk untuk mewadahi potensi para seniman muda agar lebih terarah, berkonsentrasi, dan semakin mencintai serta menyanyikan lagu-lagu Mandar.
“Komunitas ini saya bentuk satu tahun lalu dengan tujuan mewadahi seniman-seniman muda Mandar agar lebih konsisten berkarya, fokus, dan menumbuhkan rasa cinta yang lebih dalam terhadap lagu-lagu daerah kita. Harapan saya, lagu Mandar bisa semakin membumi dan mampu bersaing dengan karya musik lainnya,” ungkap Zulkifli Ajok.
Perayaan ulang tahun pertama komunitas ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Wakil Bupati Majene, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Barat, Camat setempat, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene.
Rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun pertama Zulkifli Ajok Community juga diisi dengan jalan santai yang melibatkan masyarakat luas serta pasar murah sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap masyarakat sekitar.
Melalui keberadaan Zulkifli Ajok Community, diharapkan akan semakin lahir karya-karya baru bernuansa Mandar yang segar dan berkualitas, sehingga warisan budaya musik leluhur masyarakat Majene tetap hidup, dikenal generasi muda, dan mampu berkembang di tengah dinamika industri musik masa kini.
Laporan Bahar


